RSS

Tujuan Pendidikan

27 Feb

Tujuan Pendidikan

 

Pendidikan adalah proses sadar tujuan dan tujuan menentukan kea rah mana peserta didik akan dibawa. Banyak ahli pendidikan merumuskan atau mengklasifikasikan tujuan pendidikan seperti berikut :

1)   Tujuan Umum

Tujuan umum adalah tujuan pendidikan yang bersifat universal dan dirumuskan berdasar kepada hakikat manusia yaitu ”kedewasaan” dalam arti “pribadi yang integral baik segi individualitas, sosialitas, dan moralitas, atau pribadi yang bertanggung jawab secara individual, social, dam moral”.

2)   Pengkhususan Tujuan Umum

Pengkhususan tujuan umum yaitu tujuan pendidikan yang dirumuskan berdasarkan filsafat bangsa atau kebudayaan serta kepentingan bangsa,  atau atas dasar keyakinan tertentu, sehingga antara lain tercipta tujuan pendidikan nasional suatu bangsa.

3)   Tujuan Tak Lengkap

Tujuan tak lengkap adalah tujuan yang berhubungan dengan suatu aspek kepribadian tertentu seperti halnya tujuan pendidikan agama, tujuan pendidikan, tujuan pendidikan moral, tujuan pendidikan jasmani, tujuan pendidikan intelektual dan sebagainya.

4)   Tujuan Sementara

Tujuan sementara adalah tujuan pendidikan yang sementara dicapai untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, seperti: “anak dibiasakan tidak kencing ditempat tidur agar ia tahu tentang kebersihan”, anak dibiasakan disiplin menempatkan barang-barangnya ditempat tertentu atau datang dan berangkat tepat waktunya, agar kelak berdisiplin dalam segala hal. Demikian pula tamat SD merupakan tujuan sementara untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi.

5)   Tujuan Insidental

Tujuan insidental adalah suatu tujuan yang terjadi secara kebetulan. Tujuan ini adalah tujuan pendidikan yang terjadi secara khusus pada situasi tertentu. Contoh: ketika seseorang melihat seorang anak menggangu anak lain, maka ia akan menasehati anak itu agar tidak mengganggu.

6)   Tujuan Intermedier

Tujuan intermedier adalah tujuan yang merupakan alat untuk mencapai tujuan yang lebih lanjut, seperti menguasai bahasa inggris agar dapat mempelajari berbagai ilmu pengetahuan yang ditulis dalam bahasa inggris. Dengan demikian tujuan intermedier bisa dikatakan sebagai tujuan yang berfungsi sebagai alat.

 

Selanjutnya PH Phoenik mengajukan 6 tema pokok perumusan tujuan pendidikan, yaitu:

a)    Pendidikan untuk penyesuaian diri dalam kehidupan

Tujuan ini didasarkan pada pandangan bahwa kehidupan manusia seperti makhluk yang lain harus mampu menyesuaikan diri secara memuaskan dengan lingkungan alam maupun lingkungan social agar dia dapat menyelenggarakan hidupnya dengan baik.

b)   Pendidikan untuk mengembangkan dan memantapkan kemauan intelektual

Tujuan ini menekankan pentingnya daya penalaran pada diri manusia. Penekanan tujuan pendidikan pada segi intelektual ini berkembang dari abad ke abad terutama dalam bidang kesusastraan dan kealaman.

c)    Pendidikan diarahkan untuk kematangan psikologis

Pendidikan yang ditujuakn untuk mengembangkan penalaran dan keterampilan saja akan mendorong manusia ke arah penderitaan. Oleh karena itu, pendidikan hendaknya diarahkan agar terjadi keserasian dalam kejiwaan seseorang dan pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang dapat memelihara kesehatan jiwa.

d)   Pendidikan untuk pembinan watak

Pendidikan hendaknya merupakan usaha untuk mewujudkan standar etika pada seseorang. Pandangan ini didasarkan bahwa masyarakat memiliki seperangkat norma atau adat istiadat dan seseorang sebagai anggota masyarakat harus memiliki norma-norma tersebut.

e)    Pendidikan ditujukan agar suatu bangsa dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Tujuan ini didasarkan pada pandangan bahwa tidak adanya keamanan atau ketahanan terhadap serangan musuh. Dan untuk menjamin adanya ketahanan diperlukan orang-orang yang terlatih dengan baik dan ini merupakan tugas pendidikan.

f)    Pendidikan untuk kemerdekaan.

Kemerdekaan atau kebebasan adalah tujuan yang sifatnya langgeng dari kebudayaan manusia dan menjadi ukuran utama bagi tujuan suatu bangsa dalam mengembangkan diri atau mengembangkan kebudayaan .

Sesuai perkembangan yang terjadi saat ini dalam dunia pendidikan dikenal beberapa jenis tujuan, baik tujuan untuk jangka panjang (umum), tujuan antara dan tujuan yang secara hierarkis dikenal jenjang tujuan sebagai berikut:

  1. a.    Tujuan pendidikan nasional

Tujuan pendidikan nasional adalah tujuan pendidikan suatu bangsa, dan bagi bangsa Indonesia tujuan ini tertuang dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 pasal 3 yang berbunyi “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

  1. b.   Tujuan institusional

Tujuan institusional adalah tujuan pendidikan dari suatu jenjang, jalur, dan jenis pendidikan tertentu, seperti halnya jenjang pendidikan SD mempunyai tujuan pendidikan tersendiri dan berbeda dari tujuan pendidikan di SMP, SMA dan seterusnya.

 

Tujuan Pendidikan SD

Sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 bahwa Pendidikan Dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan ketrampilan dasar yang diperlukan untuk hidup di dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah.

Berkenaan dengan tujuan operasional pendidikan SD, dinyatakan di dalam Kurikulum Pendidikan Dasar yaitu memberi bekal kemampuan dasar membaca, menulis dan berhitung, pengetahuan dan ketrampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya, serta mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan di SMP. Tujuan pendidikan Sekolah Dasar dapat diuraikan secara terperinci, seperti berikut :

1)   Memberikan Bekal Kemampuan Membaca, Menulis, dan Berhitung.
Kemampuan membaca, menulis dan berhitung (Calistung) merupakan tujuan pertama dan utama sering disebut juga tujuan yang paling fundamental karena sifatnya sangat menentukan baik-tidaknya kemampuan-kemampuan lain. Kemampuan ini diwujudkan dalam kemampuan dan ketrampilan penggunaan bahasa yang meliputi membaca, menulis, berbicara, serta kemampuan berhitung yang meliputi kemampuan dan ketrampilan menambah, mengurangi, mengalikan, membagi, mengukur sederhana dan memahami bentuk geografi. Semua kemampuan ini sangat berguna dan dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari mereka.

2)   Memberikan Pengetahuan dan Ketrampilan Dasar yang bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Ketrampilan dasar yang bermanfaat dan sesuai dengan tingkat perkembangan anak SD ini sangat banyak, meliputi pengetahuan dan ketrampilan intelektual, sosial dan personal. Menurut Ahman (2000) tujuan pendidikan SD tidak lagi menyiapkan siswa untuk terjun ke masyarakat, melainkan menyiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP. Perubahan ini sejalan dengan perubahan orientasi perkembangan anak. Oleh karena lulusan SD tidak semata-mata mengembangkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung, melainkan menyiapkan siswa untuk memiliki kemampuan intelektual, pribadi dan sosial.

3) Mempersiapkan Siswa untuk Mengikuti Pendidikan di SLTP.

Kegiatan untuk mencapai tujuan ketiga ini tidak dapat dipisah-pisahkan dengan upaya pencapaian kedua tujuan sebelumnya. Banyak upaya yang dilakukan oleh guru, antara lain memberi informasi lisan dan tertulis kepada siswa kelas 5 dan 6, mengadakan diskusi alumni SD, mengadakan kunjungan ke SMP terdekat, dan sebagainya. Karena pada 2 atau 3 tingkat kelas terakhir di SD perlu lebih ditekankan pada pembinaan pemahaman dan penghayatan dasar akan ilmu pengetahuan dan teknologi secara sederhana, tetapi sistematik. Landasan semacam itu diperlukan untuk mencapai keberhasilan di tingkat SMP.

 

Tujuan Pendidikan Menengah

Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Tujuan Pendidikan di Perguruan Tinggi

Tujuan Pendidikan Tinggi Menurut  PP No. 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi (PT), Pasal 2, adalah :

  1. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian;
  2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
    1. Tujuan kurikuler

Tujuan kurikuler adalah tujuan yang berhubungan dengan setiap bidang studi dalam arti rumusan tujuan kurikuler adalah rumusan tujuan yang diharapkan tercapai setelah siswa mempelajari bidang studi yang bersangkutan.

Contoh tujuan pendidikan kurikuler untuk bidang studi IPA di SD berbunyi :

  1. Mengenal, memahami dan mampu menggunakan konsep dasar IPA yang berguna (praktis).
  2. Mengenal dan memahami hubungan timbale balik antara berbagai makhluk hidup dan benda mati dalam hubunganna dengan kehidupan manusia.
  3. Memiliki keterampilan dengan menggunakan metode ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari
  4. Memiliki sifat ilmiah
  5. Menghargai alam dan mengagungkan penciptaNya.
  6. Menyadari pentingnya pengetahuan alam bagi pembangunan nusa dan bangsa.
  7. Tujuan pengajaran umum

Tujuan pengajaran umum merupakan penjabaran dari tujuan kurikuler yang kalau ditinjau dari cakupan materinya merupakan tujuan untuk pokok bahasan tertentu. Dalam merumuskan tujuan pengajaran umum ditentukan beberapa criteria, di antaranya:

  1. Berorientasi pada siswa
  2. Merupakan hasil belajar
  3. Masih diperkenankan memakai kata non-operasional
  4. Tujuan pengajaran khusus

Tujuan pengajaran khusus adalah tujuan yang terkecil yang merupakan tujuan yang diharapkan berkembang dan dirumuskan dengan criteria sebagai berikut:

  1. Merupakan penjabaran tujuan pengajaran umum.
  2. Merupakan indicator terpilih dari tujuan pengajaran umum.
  3. Dirumuskan sebagai hasil belajar,
  4. Memakai istilah-istilah/ kata-kata operasional.
  5. Spesifik.
 
2 Comments

Posted by on February 27, 2013 in Tugas Kuliah

 

2 responses to “Tujuan Pendidikan

  1. irma

    September 22, 2014 at 3:02 pm

    kak aku juga dari unesa loh, angkatan 2014

     
    • Isna Esturita

      September 28, 2014 at 5:37 am

      jurusan apa dek? salam kenal yaaa :)

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: