RSS

Kisah Sore Kelabu

15 Jun

Hembusan angin kencang dan dinginnya hawa sore ini

Menghentikan setiap tingkah manusia

Senada dengan hatiku yang sepi karna kehilanganmu

Rintik hujan gerimis yang jatuh dan daun yang berguguran

Selaras dengan air mata yang mulai menetes

Sebagai cerminan hatiku yang rapuh

Langit dunia ini begitu gelap menjinjing awan-awan hitam

Seakan dia tahu seburam itu pula hatiku kini

Aku telah melepasmu pergi

Seperti pohon yang membiarkan dedaunan gugur

Aku telah membiarkanmu berlalu

Seperti langit yang tak kuasa lagi menggantung awan

Kurelakan kesunyian atas runtuhnya bangunan jiwaku

Seperti bekunya sore kelabu

 

 

Created: 17/09/2010

 

 
Leave a comment

Posted by on June 15, 2012 in Sepenggal Kisah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: